Selasa, 20 April 2010

Membuat Class Diagram Menggunakan Netbeans versi 6.7

Mungkin rekan rekan masih bingung atau belum mengerti bagaimana cara membuat class diagram dengan menggunakan netbeans. Pada kesempatan kali ini, saya akan membantu anda untuk mengoperasikan netbeans ini.

Sebelumnya, netbeans 6.7 harus sudah diinstal di PC atau di laptop anda. Dan pastikan pula bahwa ketika anda menjalankan netbeans, PC atau laptop anda terhubung internet. Serta, instal juga UML-nya.

Langkah pertama, klik 'file' yang ada di kiri atas lalu pilih 'new project'. Setelah itu muncul kotak dialog. Pada bagian project, pilih 'java-platform model' lalu pilih 'next'. Setelah itu anda harus memasukkan nama project anda, lalu klik 'finish'.

Selanjutnya, anda harus memilih diagram type-nya. pilih 'class diagram' lalu klik 'finish' lagi.

Langkah kedua, ketika anda telah berhasil masuk ke lembar kerja netbeans 6.7, pilih icon 'package' yang terdapat di sebelah kanan atas lalu letakkan di dalam lembar kerja netbeans. Anda dapat pula mengubah nama package tersebut.

Langkah ketiga, pilih icon 'class' lalu pindahkan ke lembar kerja. ubah nama kelas tesebut sesuai dengan nama kelas yang anda inginkan. Lalu, dari dalam kelas tersebut anda dapat membuat berbagai macam atribut pendukung kelas. Maka secara otomatis ketika anda membuat atribut, pada kolom 'operation', yang terletak di bawah kolom atribut akan terisi dengan sendirinya.
Ulangi langkah ketiga apabila anda ingin membuat kelas lain.

Langkah keempat, hubungkan antara kelas yang satu dengan kelas yang lainnya dengan menggunakan 'navigable association'. Caranya, klik kelas yang akan dihubungkan, setelah itu muncul icon - icon pendukung di samping kanan kelas tersebut. Klik icon ketiga dari atas, lalu pilih icon 'navigable association' urutan keempat dari sebelah kiri. Lalu drag icon tersebut ke dalam class lain yang saling berkaitan.

Langkah kelima, hubungkan kelas - kelas yang sudah anda buat dengan package-nya dengan menggunakan 'containment'. Caranya, klik package, muncul icon - icon, drag icon 'containment' ke semua kelas yang ada.

Langkah keenam yaitu digenerate, untuk membuktikan apakah class diagram yang anda buat mengalami error atau tidak.

Berikut ini adalah contoh dari class diagram yang menggunakan penerapan dari UML (Unified Model Language) atau Bahasa pemodelan yang terpadu.





Jumat, 16 April 2010

Pengertian dan Contoh dari Istilah - Istilah Basis Data Relasional

Relasi, merupakan sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris. Relasi menunjukkan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Entitas merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dengan yang lainnya.


Atribut, merupakan kolom pada sebuah relasi. Setiap entitas pasti memiliki aribut yang mendeskripsikan karakter dari entitas tersebut. Penentuan atau pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting dalam pembentukan model data.


Tuple, merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang, misalnya : NPM, nama mahasiswa, alamat, kota, dll.

Domain, Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut


Derajat(Degree), Jumlah atribut dalam sebuah relasi


Cardinality, Jumlah tupel pada sebuah relasi



contoh:




Jumat, 09 April 2010

Apa Sih Candidate Key & Alternative Key itu?

Candidate Key adalah satu atribut atau kombinasi satu atribut atau lebih yang secara unik menjadi identifier pada suatu relasi. Candidate key ini harus memenuhi syarat sbb:
  • Unique Identifier, untuk setiap row/tuple candidate key harus secara unik dapat menjadi identifier. Artinya, setiap non candidate key atribut secara fungsional bergantung pada candidate tersebut.
  • Non Redudancy, tidak ada duplikasi candidate key untuk menjadi unique identifier, dimana tidak dapat dilakukan penghapusan pada candidate key dimana tidak merusak sifat unique identifier.

Contoh dari candidate key adalah:

Untuk entiti 'supplier' candidate key yang dapat kita pilih adalah atribut SNo, karena secara fungsional atribut SName, Status, dan City bergantung ke atribut SNo.

Alternative Key adalah candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key.

Contoh dari alternative key adalah : selengkapnya

Kalian Tahu Tidak Sih Apa Definisi dan Contoh dari DDL dan DML?

Data Definition Language atau biasa disingkat DDL adalah suatu bahasa pemrograman pendefinisian data yang terdiri dari perintah - perintah untuk membentuk, mengubah, atau menghapus tabel beserta kolom - kolom dan tipe data penyusunnya, serta perintah - perintah untuk menetapkan hubungan dan batasan - batasan data. Biasanya DDL ini digunakan oleh administrator basis data (DBA) dalam pembuatan sebuah aplikasi basis data.

Contoh:

  • CREATE : Untuk membuat obyek baru
  • USE : Untuk menggunakan objek
  • ALTER : Untuk mengubah obyek yang sudah ada
  • DROP : Untuk menghapus data
Data Manipulation Language atau biasa disingkat DML adalah perintah - perintah untuk memanipulasi data yang ada pada basis data, misalnya perintah untuk memilih data (query), menyisipkan, mengubah, dan menghapus data dalam basis data.

Contoh:

  • SELECT : Untuk menampilkan data
  • INSERT : Untuk menambah data baru
  • UPDATE : Untuk mengubah data yang sudah ada
  • DELETE : Untuk menghapus data

Selengkapnya

Rabu, 17 Februari 2010

Assesment of radix sort algorithm to the processing LSD(Least Significant Digit)


Hello my friends, the opportunity this time I want to explain briefly about the radix sort that I had made with colleagues at one of my team-up courses algorithm.


Radix sort is a sort of a unique and magical. Radix sort into the types of non-comparasion sort.


Radix workings of this sort (with LSD) is the sort digit number that the rear (figure at least significant). After that, having considered the data digit numbers 1, 2, 3 .. and so on.



keyword : Radix, Sort, LSD, ALGORITHM
Download Now (Journal of Radix Sort)

Selasa, 08 Desember 2009

Tugas Algoritma lanjut

#include stdio.h
#include conio.h

//menggunakan ADT
typedef int angka;
typedef char huruf;

typedef struct Date{
angka dd;
angka mm;
angka yyyy;
};

//struct utama
typedef struct Rental{
huruf ID[5];
huruf Nama[35];
Date tglRental;
};

//variabel 'sewa'
struct {
angka film;
angka bayar;
} sewa;

//fungsi yang mengembalikan nilai angka untuk menghitung bayar sewa
angka baySewa(angka x){
angka hargaFilm=5000;
return hargaFilm*sewa.film;
}

main(){
Rental user;
printf("Input Data Sewa\n");
printf("ID : ");scanf("%s",&user.ID);
printf("Nama : ");scanf("%s",&user.Nama);
printf("Tanggal Sewa\n");
printf("Hari : ");scanf("%d",&user.tglRental.dd);
printf("Bulan : ");scanf("%d",&user.tglRental.mm);
printf("Tahun : ");scanf("%d",&user.tglRental.yyyy);
printf("Jumlah Film = ");scanf("%d",&sewa.film);

printf("\n--Data Rental Film--\n");
printf("ID : %s\n",user.ID);
printf("Nama : %s\n",user.Nama);
printf("Date : %d - %d - %d\n",user.tglRental.dd,user.tglRental.mm,user.tglRental.yyyy);

//panggil fungsi baySewa, nilai kembaliannya dikirim ke bayar sewa asli
sewa.bayar = baySewa(sewa.film);

//tampilkan bayar sewa asli
printf("Bayar Sewa = %d\n",sewa.bayar);
getch();
}

Hasilnya:

Senin, 09 November 2009

Algoritma Perkalian Matriks

Algoritma :

a.inisialisasi matrik_a[ ][ ], matrik_b[ ][ ], matrik_c[ ][ ], i=0, j=0, k=0, baris_a, kolom_a, kolom_b
b.inputkan baris_a, kolom_a, kolom_b
c.Proses looping untuk memasukkan nilai pada matrik_a :

1.untuk i=0 sampai dengan banyak baris_a-1, i=i+1
a)untuk j=0 sampai dengan banyaknya kolom_a-1, j=j+1
b)inputkan matrik_b[i+1][j+1]
c)Apakah j< kolom_a ? jika tidak, kembali ke proses c.1.a

2.Apakah i < baris_a ? jika tidak, kembali ke proses c 1.
d.Proses looping untuk memasukkan nilai pada matrik_b :

1.untuk j=0 sampai dengan banyak kolom_a-1, j=j+1
a)untuk k=0 sampai dengan banyaknya kolom_a-1, k=k+1
b)inputkan matrik_b[j+1][k+1]
c)Apakah k< kolom_b ? jika tidak, kembali ke proses d.1.a

2.Apakah j < kolom_a ? jika tidak, kembali ke proses d 1.
e.Proses looping untuk mengalikan matriks :
1.untuk i=0 sampai dengan banyak baris_a-1, i=i+1
a)untuk k=0 sampai dengan banyaknya kolom_b-1, k=k+1

i)untuk j=0 sampai dengan kolom_a -1, j=j+1
ii)matrik_c[i][k] + = matrik_a[i][j] * matrik_b[j][k]
iii)Apakah j< kolom_a ? jika tidak, kembali ke proses i)

b)Apakah k2.Apakah i < baris_a ? jika tidak, kembali ke proses e 1.
f.Proses looping untuk menampilkan matrik_c :

1.untuk i=0 sampai dengan banyak baris_a-1, i=i+1
a)untuk k=0 sampai dengan banyaknya kolom_b -1, k=k+1
b)Print matrik_c[i][k]
c)Apakah k< kolom_b ? jika tidak, kembali ke proses f.1.a

2.Apakah i < baris_a ? jika tidak, kembali ke proses f 1.
g.Program selesai.